Profesi tellerbank yang kehilangan pelamarnya

Profesi tellerbank yang kehilangan pelamarnya

Sidoarjo (07/10/2023) Munculnya mesin ATM sepertinya menjadi awal mula redupnya profesi teller bank, tidak hanya itu di era digital juga menyajikan kemudahan yang mengurangi peranan manusia untuk ikut andil dalam suatu hal.

Kemajuan teknologi mendorong manusia untuk selalu berinovasi layaknya akses kemudahan transaksi di-era digital yang sekarang ramai menggunakan E-Wallet atau pun Mobile Banking. 

E-Wallet sendiri merupakan kredit yang berfungsi untuk menggantikan uang dan memudahkan penggunanya untuk melakukan transaksi hanya dengan menggunakan gadget.

Tak dapat dihindari Gadget merupakan pegangan setiap hari yang mungkin dapat dikatakan kebutuhan primer setiap manusia untuk bertahan hidup di era digital, gadget menyajikan banyak kemudahan. 

Sebagai contoh dalam urusan transaksi gadget mengambil peran yang besar untuk mendobrak sistem transaksi konvensional dan merubahnya ke metode yang lebih efisien.

Sistem yang mempermudah nasabah nampaknya menjadi kesukaran bagi teller bank dikarnakan posisinya yang pelan-pelan mulai digantikan oleh teknologi. 

Seperti pada era sekarang menabung tidak harus ke bank dan bertemu teller, terdapat fitur setor tunai yang hanya mengharuskan konsumen menabung lewat mesin ATM.

 “Ya kalo salah nulis nominal kita ngeganti uangnya mas, jadi istilahnya kaki kita setengah di bank setengah lagi di penjara” Ujar Nabil (20) seorang mantan karyawan bank swasta.

Pekerjaan memang tidak jauh dari resiko, namun hal ini juga menjadi ketakutan bagi calon pekerja dikarna pekerjaan bank yang notabennya bermain dengan nominal uang menjadikan buah bibir dikalangan pelamar pekerjaan.

Dibalik itu penulis mengklaim bahwa menjadi teller bank juga bertolak belakang pada lifestyle anak muda yang cenderung lebih ingin bebas berekspresi dalam berbusana dan itu bertolak belakang dikarnakan adanya stigma bahwa teller bank harus rapi dan wangi setiap waktu yang menjadikan faktor hilangnya minat anak muda terutama Gen-Z  untuk menjadi atau bahkan bercita-cita menjadi karyawan bank.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kedai Semoga Sukses Tutup Permanen, Kini Hanya Tersisa Kenangan

Kedai Semoga Sukses resmi tutup permanen usai di protes warga sekitar.

Kisah Atlet Taekwondo Wanita Peraih Banyak Prestasi