Revolusi Digital: Tenaga Kerja Pencetak Majalah Meredup, Media Digital Mendominasi

 

Majalah-majalah Indonesia
(Sumber: www.goodnewsfromindonesia.id)

Surabaya - Profesi pencetak majalah, yang dulunya merupakan salah satu profesi yang sangat penting dalam industri media cetak, kini mulai menghadapi kesulitan besar.

Berdasarkan data dari Direktori Media Serikat Perusahaan Pers (SPS) tahun 2022-2023, penjualan majalah cetak telah mengalami penurunan yang drastis dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2019, 644 penerbit media cetak masih mendistribusikan 12.868.856 salinan untuk dijual. Pada sepanjang tahun 2020 hingga 2022, industri penerbitan media cetak mengalami penurunan hingga 106 penerbit dan oplah mengalami penurunan hingga 499.673 salinan.

 Menurut Serikat Perusahaan Pers, pandemi COVID-19 yang berlangsung sejak Maret 2020,  menjadi salah satu faktor  utama selain digitaliasi yang menyebabkan turunnya oplag dan jumlah penerbit media cetak di Indonesia.

Kondisi ini  berdampak pada tenaga kerja di industri percetakan. Banyak tenaga kerja majalah yang telah kehilangan pekerjaan mereka karena berkurangnya permintaan yang berdampak ke penjualan yang menurun. Beberapa dari mereka juga   memilih keluar dan  memilih pekerjaan lain yang sedang diminati saat ini.

Salah satu narasumber, Tiara , seorang mantan pencetak majalah dengan pengalaman 7 tahun, menjelaskan perubahan ini, “Dulu, mencetak majalah adalah pekerjaan yang sangat menjanjikan. Namun, dengan semakin meluasnya media digital, pekerjaan ini menjadi kurang menarik. Saya akhirnya beralih ke pekerjaan yang lebih berfokus pada media online.”

Keadaan tersebut membuat banyak majalah dan publikasi lainnya beralih ke platform digital untuk mencapai audiens yang lebih luas.

Kepada jurnalforu.blogspot.com, Yasmine, yang dulunya pernah menyukai dan mengkoleksi majalah Gadis beranggapan bahwa, “ saya lebih memilih majalah digital dari pada majalah fisik karena lebih simple, tidak usah membawa majalah dan bisa dibaca dimanapun dan kapanpun.”

Sebagai kesimpulan, profesi pencetak majalah saat ini menghadapi masa sulit. Perubahan dalam industri media dan preferensi konsumen telah mengubah lanskap pekerjaan ini secara signifikan. Meskipun demikian, beberapa yang masih bertahan berharap bahwa cinta mereka terhadap cetakan fisik akan terus mempertahankan eksistensi majalah cetak dalam dunia media modern.

Nama: Nathania Abigael Kurniadi

NIM: 23041184191

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kedai Semoga Sukses Tutup Permanen, Kini Hanya Tersisa Kenangan

Kedai Semoga Sukses resmi tutup permanen usai di protes warga sekitar.

Kisah Atlet Taekwondo Wanita Peraih Banyak Prestasi